Selasa, 04 Oktober 2016

Trigger Mortis - Nekrodamus

        Salah satu lagu dengan lirik yang membuatku merinding, dan dengan beberapa bait yang mencerminkan ke-Aku-anku, siapa yang tidak ingin ke-Aku-annya, ke-Aku-annku, ke-Aku-anmu, ke-Akuan kalian, mereka dan aku sendiri, didengar, dipandang dilihat, dan diagung-agungkan, sampai bait dari referensi lagu ini menggambarkan bagaimana aku menganggap diriku dan ke-Akuanku dengan 3 kata "Hamba, Tuhan & Badut." Sebagai hamba yang tunduk terhadap sistem-sistem yang ada dan etika yang beredar dan lain sebagainya, sebagai Tuhan dengan langkah, aksi, pernyataan, ideologi, premis, pola pikir dan semuanya yang menyangkut aku dan untuk memanjakan ke-Akuanku, adalah benar tanpa salah dan titik, aku adalah Tuhan bagi aku sendiri, dan sebagai badut sebagai mainan, bahan tawaan dan lelucon , aku membadutkan diriku agar disukai, disamping itu aku di dominasi. Beginilah tafsiranku, untuk satu bait lirik Nekrodamus. Semoga saudara Herry Sutrisna a.K.a Morgue Vanguard dan sebagi pemahat ukir di nisan kerajaan Homicide mengerti bagaimana fase ababil seorang anak manja, yang masih menjunjung tinggi idealisnya dan kepala batu mengangkat dagu, sombong menafsirkan suatu karya.



-----------

Trigger Mortis - Nekrodamus.

Sudah kuduga aku akan berubah wujud.

Separuh hamba, separuh Tuhan, separuh Badut.

Separuh hidupku dirancang mereka tetap terkutuk.

separuh kutinggalkan terikat di rel kereta.

separuh ku sisakan 'tuk tiga matahariku dan kubiarkan berlanjut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar